Quotes

We don’t stop playing because we grow old,  we grow old because we stop playing (George Bernard Shaw)

Administrator

riska
nana
 

Login

Total Pengguna

18 terdaftar
0 hari ini
0 kemarin
0 minggu ini
0 bulan ini

Total Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini62
mod_vvisit_counterKemarin138
mod_vvisit_counterMinggu Ini442
mod_vvisit_counterBulan ini200
mod_vvisit_counterKeseluruhan111259
Dléwér Pajak, Papan Reklame Dirobohkan Paksa

Ditulis oleh Administrator, pada 22-01-2013 13:14

Dilihat : 434

Favorit : 70

Dipublikasikan di : Berita, Berita Daerah


Tidak mau dianggap remeh terkait pemasangan reklame disembarang tempat terlebih disinyalir belum membayar pajak akhirnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ngawi unjuk taring. Operasi penertiban yang dilakukan Satpol PP ini tidak main-main, reklame yang dianggap ‘dléwér’ pajak langsung dirobohkan tanpa ampun(21/1).

Seperti yang terlihat di depan pasar Paron puluhan anggota trantib merobohkan salah satu reklame bertuliskan produk pewangi. “Kita selaku penegak perda harus melakukan operasi penertiban semacam ini dan sekaligus sebagai efek jera bagi pengusaha lainya yang memasang iklan produk miliknya melalui reklame untuk tertib pajak,” tegas Fuad Fahmi, Kasi Trantib Satpol PP Ngawi.


Dijelaskan Fuad, sebelum dilakukan operasi penertiban tersebut pihaknya dalam menentukan sasaran target sesuai salinan surat resmi yang dikeluarkan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPMPPT) Ngawi.

Langkah tegas jajarannya tersebut juga pernah dilakukan operasi yang sama dalam tiga hari terakhir ini berupa penyegelan terhadap satu menara Base Transceiver Station (BTS) atau tower selular di Jalan Siliwangi, Desa Jururejo, Kecamatan Ngawi Kota.

Dalam kaitanya operasi yang dilakukan secara serentak ini Fuad Fahmi menguraikan, mendasar hasil temuan tim verifikasi yang dibentuk BPMPPT dan hasil sidak Komisi I DPRD Ngawi.

Apalagi menara BTS maupun reklame yang kena sweeping pihaknya, selain mokong pajak ditengarai belum mengantongi izin gangguan (HO) dan izin mendirikan bangunan (IMB).

Operasi penertiban Satpol PP tersebut juga dibenarkan oleh Yusuf Rosyadi kepala BPMPPT Ngawi. Terangnya, sudah sewaktunya tindakan penyegelan ataupun perobohan paksa reklame apalagi dalam tempo terakhir ini maraknya kritik dari berbagai pihak mengenai menara BTS dan reklame tanpa izin.

“Memang dalam pekan kemarin kita membentuk tim verifikasi dan mereka ini bertugas mencocokan data internal kita dengan yang dilapangan,” ungkap Yusuf Rosyadi. Tambahnya, pembentukan 8 tim verifikasi dengan melibatkan 16 orang tersebut akan bekerja maksimal mengacu banyaknya para pengusaha yang membandel mentaati sesuai ketentuan berlaku.(sinar ngawi).

Terakhir diedit : 05-07-2013 07:21

   
Quote artikel di website
Favorit
Cetak
Email
Artikel berhubungan

Komentar pengunjung  RSS feed komentar
 

Rating pengunjung

   (0 Suara)

 


Tulis komentar
Hanya pengunjung terdaftar yang bisa memberi komentar. SIlahkan login atau mendaftar.

Tidak ada komentar untuk tulisan ini



mXcomment 1.0.9 © 2007-2014 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
PDF